Kategori Hasil Penemuan Fosil dan Artefak Budaya Purba Flores (1)

- Admin

Selasa, 5 April 2022 - 15:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fosil dan Artefak Budaya “Flake” dan “Blade” (Mesolithicum = Zaman Batu Tengah) Flores

Dalam penjelajahan ilmiah Tim Ekspedisi I Verhoeven dari bulan Agustus 1950 hingga tahun 1960 ke gua-gua alam di seluruh wilayah pulau Flores, mereka melakukan penggalian-penggalian (ekskavasi) secara sistematis sehingga menemukan alat-alat batu zaman Mesolithicum serta fosil-fosil tengkorak dan tulang-belulang manusia purba Flores.

Bersama tuan H.R. van Heekeren, Kepala Dinas Purbakala di Jakarta, pada tahun 1951 Verhoeven menetapkan kerangka manusia purba ini sebagai manusia Proto – Negrito dari species Homo Erectus. Sedangkan alat- alat kebudayaan “Flake” dan “Blade” (zaman Mesolithicum: 6.500 – 4.500 tahun yang lampau) yang ditemukan adalah mata panah, mata tombak, ketam, serut, alat tusuk, dan mata pisau yang semuanya terbuat dari bahan batu – batu keras dan tulang serta tanduk kewan dan kulit kerang.

Baca juga :  Pulau Timor, Satu Ruang Dua Tuan

Penemuan artefak-artefak zaman Batu Tengah (mesolithicum) ini menunjukkan bahwa di Flores juga terdapat bukti-bukti peninggalan budaya Megalith. Yang mengejutkan adalah bahwa Tim Ekspedisi ini juga menemukan barang-barang peninggalan kebudayaan Tiongkok seperti porcelin dan mata–uang. Di kemudian hari setelah dianalisa oleh Guus Cremmers SVD dan Piet Petu SVD ternyata bahwa benda- benda porcelin (piring, poci, dandang, guci, mangkuk, dll.) ini berasal dari periode dinasti Ming dan dinasti Han.

Baca juga :  Jejak Portugis di Paga      

Hal ini membuktikan bahwa pengaruh perdagangan orang Tionghoa dari kedua dinasti ini sudah sampai di Flores, yang diperkirakan terjadi pada zaman Kerajaan Majapahit yang menjalin hubungan perdagangan dengan orang Tionghoa dari dua   dinasti tersebut dan yang juga memperluas pengaruhnya sampai ke pulau Flores.

Demikian juga halnya dengan mata-uang, baik mata- uang RI dari semua periode maupun pelbagai mata-uang asing, dalam bentuk kertas dan koin yang dikoleksi secara sistematis oleh P. Piet Petu SVD. Dari antara semua mata-uang itu terdapat mata-uang koin tertua, yang pada satu sisinya tertera gambar “wajah Iskandar Zulkarnain” atau Raja Alexander Agung.

Baca juga :  Fosil Budaya Purba Flores (2)

Seorang ahli numismatic, F. A. Loefken, mengatakan bahwa mata- uang tersebut pernah digunakan sebagai alat-pembayaran baik di Persia (336-323 SM) maupun di Hindia Timur (327-325 SM). Peredaran mata-uang ini menunjukkan bahwa Alexander Agung pernah menaklukkan dan menguasai wilayah jajahannya sampai ke Hindia Timur pada abad IV.

Mata uang yang pernah digunakan sebagai alat-pembayaran baik di Persia (336-323 SM) maupun di Hindia Timur (327-325 SM).
Komentar

Berita Terkait

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur
Larantuka Bukan Sekadar Nama: Ketika Sejarah Mulai Memudar
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Flores Barat di Luar Cengkeraman Portugis: Sejarah Kolonial dan Warisan Agama
Bubuk Mesiu di Pulau Flores Abad 15-16
Nama-Nama Orang Flores
Sepak Bola dan Flores
Asal Usul Nama Kewapante
Berita ini 194 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 September 2022 - 11:10 WITA

Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:27 WITA

Lingko dalam Festival Golo Koe  

Selasa, 14 Juni 2022 - 11:38 WITA

Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT

Jumat, 29 April 2022 - 15:49 WITA

Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Senin, 14 Februari 2022 - 06:00 WITA

Merayakan Hari Kasih Sayang

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:30 WITA

Aku Caci, Maka Aku Ada

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air

Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:05 WITA

Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Berita Terbaru

Politik

Hukuman Ringan, Korupsi Lestari

Senin, 8 Jun 2026 - 08:40 WITA

Filsafat

Tanapolitik Negara dan Estetika Eksistensi Michel Foucault

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:05 WITA

Sejarah

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:56 WITA

Filsafat

Kritik terhadap Kebabasan Masyarakat Kelelahan Byung-Chul Han

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:07 WITA