Kategori Hasil Penemuan Fosil dan Artefak Budaya Purba Flores (1)

- Admin

Selasa, 5 April 2022 - 15:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artefak–Artefak Budaya Dongson

Dalam penelitian Tim Ekspedisi I Verhoeven di wilayah-wilayah Flores Tengah (Ngada, Ende-Lio, Sikka) ditemukan jejak-jejak kebudayaan Dongson dari zaman Perunggu (2.500-2000 tahun yang lampau). Mereka menemukan keris dan golok yang terbuat dari perunggu di kampung Menge (Ngada). Prof. R. Heine Geldern menjelaskan bahwa penemuan ini adalah suatu kejadian yang istimewa, karena keris Dongson di Flores ini merupakan satu-satunya yang ditemukan di seluruh Indonesia.

Walaupun asal-usul keris ini tidak diketahui dengan pasti, namun keris ini memiliki kesamaan dengan dua keris yang terdapat di Annam Utara. Minimal penemuan ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa ada lukisan-lukisan keris yang terpahat pada arca-arca megalith di Pasemah, Sumatera Selatan. 

Di samping keris Dongson, Tim Ekspedisi I Verhoeven juga pada tahun 1952 menemukan tiga (3) kapak perunggu di kampung Guru (Sikka). Orang tua-tua penduduk lokal hanya mengatakan bahwa kapak-kapak ini datang dari seberang lautan serta berdaya-magis untuk menangkal setan (du’a helang) dan mengusir perampok tetapi juga untuk meminta hujan turun.

Baca juga :  Asal Usul Nama Kewapante

Pater Piet Petu SVD menamakan jenis kapak ini sebagai Taka-Plager. Dan oleh karena dikatakan “datang dari seberang lautan”, maka diperkirakan bahwa kapak-kapak ini termasuk tipe kapak-tuangan Jawa karena dibuat pada waktu yang sama dengan kapak Jawa dan yang memiliki ciri-ciri “berlobang di bagian hulu” untuk dimasukkan ke dalam tungkai kayu.

Baca juga :  Larantuka Bukan Sekadar Nama: Ketika Sejarah Mulai Memudar

Kapak tipe ini merupakan salah satu unsur kebudayaan Dongson dan diduga masuk ke Flores pada masa akhir kebudayaan Dongson ketika didesak oleh masa / zaman pemakaian besi. Pada zaman besi itu, kapak-kapak ini tidak dipakai lagi sebagai perkakas, sehingga hanya digunakan sebagai ajimat yang berkekuatan mitis-magis. 

Sementara itu ada satu penemuan penting lainnya di Nua Mbiko (Ende-Lio) yakni “Watu Weti” atau “picture rock”: sebuah batu besar rata yang di atasnya tergores lukisan-lukisan tentang beberapa jenis benda terkenal dari zaman Perunggu seperti kapak-kapak corong, keris, mata tombak, teristimewa perahu-perahu arwah yang biasanya menjadi hiasan pada nekara-nekara perunggu di Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca juga :  Jejak Portugis di Paga      

Salah satu “nekara perunggu” yang ditemukan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah Mokko yang banyak terdapat di pulau Alor. Jadi penemuan keris perunggu dan kapak perunggu serta nekara perunggu Mokko ini membuktikan bahwa kebudayaan Dongson juga pernah menyebar sampai ke pulau Flores. 

Nekara perunggu

(Bersambung )

Komentar

Berita Terkait

Larantuka Bukan Sekadar Nama: Ketika Sejarah Mulai Memudar
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Flores Barat di Luar Cengkeraman Portugis: Sejarah Kolonial dan Warisan Agama
Bubuk Mesiu di Pulau Flores Abad 15-16
Nama-Nama Orang Flores
Sepak Bola dan Flores
Asal Usul Nama Kewapante
Pengaruh Portugis di Kabupaten Sikka   
Berita ini 190 kali dibaca

Berita Terbaru

Politik

Pesta Babi: Pembangunan yang Memakan Manusia

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:16 WITA

Politik

Prabowonomics: Dari Neoliberalisme Menuju State Capitalism

Senin, 25 Mei 2026 - 20:43 WITA

Sejarah

Larantuka Bukan Sekadar Nama: Ketika Sejarah Mulai Memudar

Senin, 18 Mei 2026 - 09:50 WITA

Sejarah

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:25 WITA