Sepucuk Surat untuk Pengantin Perempuan

- Admin

Sabtu, 10 Juli 2021 - 17:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejenak ia ragu-ragu dengan kesadaran baru itu, tapi tangannya telah bergerak spontan untuk menggoreskan kalimat kedua di atas surat kecilnya.

“Saya tidak tahu,” tulisnya lagi, “kebaikan apa yang telah saya lakukan sehingga Tuhan mengirim engkau padaku.” Kedua bibirnya menyunggingkan senyum dan berpikir untuk mencoret kalimat itu karena terkesan seperti sebuah gombal murahan. Tapi ditepisnya pikiran itu.

Dan memang benar, hampir tidak ada kebaikan yang telah ia lakukan sepanjang usianya yang baru dua puluh delapan tahun. Tapi Samwel tahu pasti, dari ingatannya tentang pelajaran Agama Katolik di Sekolah Dasar, Tuhan itu baik.

Baca Juga : Kota dan Rindu yang Setia
Baca Juga : Menjadi “Gentleman”?: Silang Pendapat Locke dan Rousseau tentang Pendidikan

Baca juga :  Sebelah Utara Kota Karang

Ia tiba-tiba ingat “teman minumnya” semasa kuliah, seorang mantan frater yang ketika mabuk kepayang suka berceloteh tentang Tuhan. “Tuhan suka cari orang-orang yang sonde bae. Pemabuk macam kita ni Bapa Tua paling suka. Lalu Dia pretel lagi kita pung hidup.”

Beberapa sepeda motor lalu lalang di jalan berlubang yang berkelok-kelok di kaki gunung. Kehidupan di kampung itu mulai nampak: pintu-pintu rumah telah dibuka, para petani dengan parang yang disarungkan di pinggang bergerak menuju kebun, anak-anak bergegas ke sekolah.

Baca juga :  Perempuan dan Pemilu Serentak 2024

Ia merasa kata-kata teman minumnya itu ada benarnya. Dan itu sedang terjadi pada dirinya saat ini. Ia telah ditemukan dan ditangkap Tuhan untuk “dipretel” menjadi lebih baik.

Maka ia menulis lagi. “Dalam dirimu, saya menemukan Tuhan. Saya janji, saya akan berubah menjadi lelaki baik-baik.”

Ia tersenyum. Surat itu dirasanya amat singkat. Tapi semua hal yang ingin disampaikannya mendahului janji pernikahan telah tertulis di sana. Ia yakin, Alina akan memaafkan dan menerima masa lalunya. “Perempuan,” demikian kata teman minumnya yang mantan frater itu, “lebih suka menerima lelaki dengan masa lalu yang kelam, ketimbang pria tanpa masa depan.”

Baca juga :  Kain Songke dan Kenangan tentang Ibu

Hape di kantong celananya berdering. Alina ada di telepon.

Nana di mana?”

“Di Golo Lantar, Enuu

“Pulang sudah. Sebentar jam sepuluh kita ke paroki. Singgah memang di kios, beli bir. Kita pergi undang Pater untuk ikut resepsi.”

“Okay, OTW” Sebelum bergegas turun gunung, Samwel menambahkan satu kalimat lagi dalam surat kecil untuk pengantinnya itu. “Seberengsek apa pun seorang laki-laki, ia rela memperbaiki hidupnya demi memenangkan hati seorang wanita yang dicintainya.” Kemudian dibubuhkannya tanda tangan di bawah kalimat itu dan menambahkan, “Samwel, pria masa depanmu.”    

Komentar

Berita Terkait

Lelaki Banyak Masalah
Teriakan-Teriakan Lia
Antara Hujan dan Air Mata
Sunset yang Hilang
Tanpa Tanda Jasa
Seratus Jam Mencari Sintus
Perempuan Tangguh
Kita adalah Sepasang Luka
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 September 2022 - 11:10 WITA

Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:27 WITA

Lingko dalam Festival Golo Koe  

Selasa, 14 Juni 2022 - 11:38 WITA

Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT

Jumat, 29 April 2022 - 15:49 WITA

Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Senin, 14 Februari 2022 - 06:00 WITA

Merayakan Hari Kasih Sayang

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:30 WITA

Aku Caci, Maka Aku Ada

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air

Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:05 WITA

Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Berita Terbaru

Politik

Hukuman Ringan, Korupsi Lestari

Senin, 8 Jun 2026 - 08:40 WITA

Filsafat

Tanapolitik Negara dan Estetika Eksistensi Michel Foucault

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:05 WITA

Sejarah

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:56 WITA

Filsafat

Kritik terhadap Kebabasan Masyarakat Kelelahan Byung-Chul Han

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:07 WITA