Cerpen

Kita adalah Sepasang Luka

Edid Teresa

Indodian.com – Kau tahu, kemarin adalah sebuah kesalahan terbodoh. Aku pergi karena perasaan takut yang mencekam dan keputusasaan yang teramat dalam. Aku pun juga mengerti, kemarin aku terlalu pasif, tak berjuang dan menganggap semuanya adalah kebenaran untuk semua keputusan yang aku buat.

Saatnya aku melalui hari penuh penyesalan! Aku tak akan menengok barangkali memastikan bahwa aku masih punya kesempatan. Aku tak akan mengharapkan mimpi indah semacam itu.

Baca juga :  Sebelah Utara Kota Karang

Kau terlalu berharga untuk luka yang mungkin aku ciptakan lagi di masa depan. Atau aku terlalu baik untuk setiap luka yang engkau ciptakan. Bahkan, setiap egois yang pernah kita lalui bersama sempat menjadi titik tolak untuk kita bertahan.

Baca juga :  Cerita Seorang Pembohong

Pada akhirnya, semua sia-sia. Kita adalah sepasang luka.

Sejam lebih aku bergulat dengan batin yang terus mengusik pikiran. Ahhh, sungguh sial rasanya, aku berada dalam dilema.

Kulihat kembali ponselku, barangkali ada notifikasi masuk, walaupun aku tahu itu memang tak akan ada. Sebab, sudah sepekan kita memilih untuk saling berdiam diri. Meski kata pamit bukan lagi sebuah harapan yang mesti diucap.

Baca juga :  Sore Nanti, Kita ke Pantai

Kuseruputi lagi kopi hangatku, menikmati setiap tegukan. Manisnya selalu mengundang rindu, pahitnya selalu mengajak candu. Ampas bukan lagi bagian yang menjadi akhir dari sekian tegukan.  

1 2 3Laman berikutnya

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terkait

Priksa Juga
Close
Back to top button