Mengembangkan Sistem Pembelajaran HOTS

- Admin

Kamis, 21 Oktober 2021 - 22:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKAH STRATEGIS DAN INOVASI

Untuk mewujudkan konsep pendidikan 4.0 dan Society 5.0, hendaknya lembaga pendidikan di tanah air mengembangkan tiga langkah strategis dan inovasi yang meliputi:

Pertama, implementasi menyeluruh Outcome Based Education (OBE).Pembelajaran yang dikembangkan melalui kurikulum digunakan untuk menghasilkan profil lulusan dengan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan pengguna (graduate employability).

Penerapan pembelajaran berbasis luaran (outcome based education) menjadi sebuah keharusan untuk memberikan ruang dalam merumuskan capaian pembelajaran (learning outcome); desain ulang kurikulum, pengembangan karakter dan  kreativitas siswa/mahasiswa, keselarasan yang konstruktif antarkompetensi, metode pembelajaran, hingga sistem penilaian.

Kedua, Pengembangan Metode dan Konten Pembelajaran, melalui empat model.

Baca juga :  Membangun Taman Baca, Membangun Harapan Bangsa

1) Student Centered Learning.

Paradigma pembelajaran diarahkan dengan mengganti peran dosen/guru menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran. Implementasi student centered learning (SCL) yang dikombinasikan dengan student teacher aesthetic role-sharing (STAR). Metode yang harus digunakan adalah experience-based learning, experiment-based learning, project-based learning, dan flipped learning.

2)  implementasi Blanded Learning.

Blended learning merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan mengkombinasikan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka di kelas dengan pembelajaran interaktif dalam jaringan (daring). Mentode ini mendorong siswa/mahasiswa menggunakan sumber belajar internal dan eksternal dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Baca juga :  Budaya Berpikir Kritis Menangapi Teknologi yang Kian Eksis

3) Visual Based Learning.

Konten pengetahuan harus dikuatkan menggunakan bentuk visual media berbasis TI berupa video, grafik, simbol, kata kunci, animasi,dll.

4) desiminasi Pengetahuan Melalui Kanal Pengetahuan dan Menara Ilmu.

Pemanfaatan produk desiminasi pengetahuan melalui kanal pengetahuan dan menara ilmu berpotensi menjadi pelengkap sumber belajar eksternal.

Kanal pengetahuan harus dikembangkan untuk mewadahi berbagai bentuk desiminasi pengetahuan yang dikemas dalam menara ilmu, video dokumenter, webinar, Massive Open Online Corse (MOOC) dan berbagai bentuk desiminasi lain yang harus dikembangkan, semisal academic production house, sebagai pusat pengembangan dan produksi konten-konten berbasis audio visual pendukung sember belajar dan desiminasi pengetahuan.

Baca juga :  Calo Ilmu Pengetahuan

Ketiga, penyediaan Learning Space Pendukung. Karakteristik generasi Y dan Z yang akrab dengan dunia digital memudahkan mereka dalam membangun jaringan sosial (social nerwork), mengeksplorasi sumber belajar, berani menerima tantangan (risk taker), berkolaborasi lintas disiplin (borderless of sciences), dan selalu berambisi menghasilkan sesuatu hal yang baru dan berbeda.

 Fasilitas proses dan metode pembelajaran yang fleksibel, kreatif, berbasis capaian, dan berorientasi pada hasil/prestasi dengan menyedikan ruang-ruang terbuka yang saling  berjejaring dan kerja bersama (co-working space) menjadi sebuah kebutuhan yang harus disediakan.

Komentar

Berita Terkait

Kaum Muda dan Budaya Lokal
Disrupsi  Teknologi dan Dinamika Pendidikan Kita
Budaya Berpikir Kritis Menangapi Teknologi yang Kian Eksis
Stempel Meritokrasi
Urgensi Literasi Digital di Era Pasca-Kebenaran 
Pembelajaran Agama Bercoral Multikultural
Peluang Pendidikan Tinggi di Era Digital
Pendidikan Lenting Bencana
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 September 2022 - 11:10 WITA

Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:27 WITA

Lingko dalam Festival Golo Koe  

Selasa, 14 Juni 2022 - 11:38 WITA

Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT

Jumat, 29 April 2022 - 15:49 WITA

Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Senin, 14 Februari 2022 - 06:00 WITA

Merayakan Hari Kasih Sayang

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:30 WITA

Aku Caci, Maka Aku Ada

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air

Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:05 WITA

Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Berita Terbaru

Politik

Hukuman Ringan, Korupsi Lestari

Senin, 8 Jun 2026 - 08:40 WITA

Filsafat

Tanapolitik Negara dan Estetika Eksistensi Michel Foucault

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:05 WITA

Sejarah

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:56 WITA

Filsafat

Kritik terhadap Kebabasan Masyarakat Kelelahan Byung-Chul Han

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:07 WITA