Kisah Jurnalis di Manggarai Timur yang Setia Melayani ODGJ

- Admin

Sabtu, 7 Agustus 2021 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan KKI Manggarai Timur sekaligus wartawan di Manggarai Timur mengunjungi Aleksius Dugis (35), seorang warga disabilitas mental yang pulih dan lepas pasung di Kampung Sola, Manggarai Timur, NTT

Relawan KKI Manggarai Timur sekaligus wartawan di Manggarai Timur mengunjungi Aleksius Dugis (35), seorang warga disabilitas mental yang pulih dan lepas pasung di Kampung Sola, Manggarai Timur, NTT

Penderita masih banyak

Peristiwa-peristiwa mengejutkan lainnya tentang pasien disabilitas mental juga terjadi di kampung-kampung lain, misalnya Kampung Kewaliok, Desa Persiapan Ajang, Kampung Nunur, Desa Mbengan, Kampung Gulun, Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kampung Tewuk, Desa Satarlahing, Kecamatan Ranamese, Kampung Kembur, Longko, Waereca, Tango, Kecamatan Borong.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan bahwa sampai akhir Juli 2021, penderita disabilitas mental di Kabupaten Manggarai Timur berjumlah 612 orang. Jumlah ini selalu naik dari tahun ke tahun.

Sedangkan penderita disabilitas mental yang lepas pasung dan pulih yang dicatat sementara oleh relawan Kelompok Kasih Insanis Kabupaten Manggarai Timur berjumlah 15 orang.

Baca juga :  Tanahikong, Dusun Terpencil dan Terlupakan di Kabupaten Sikka              

Baca Juga : Berpisah Dengan Pacar Toxic Bukanlah Dosa
Baca Juga : Membangun Taman Baca, Membangun Harapan Bangsa

Keterlibatan para pastor

Kami mendapat dukungan dari para pastor yang memiliki mata hati yang tajam dengan menyisihkan waktu ketika relawan KKI dan perawat untuk sama-sama mengunjungi penderita disabilitas mental. Mereka adalah RD. Hermen Sanusi, Kepala SMAK Pancasila Borong dan RP. Frumens Andi, SMM, mantan pastor rekan Paroki Santo Antonius Padua Mbeling-Rehes.

Baca juga :  Menyapa Aleksius Dugis, Difabel Penerima Bantuan Kemensos RI

Beberapa kali kami sama-sama mengunjungi dan mendoakan para penderita. Kedua imam ini sering memberikan sakramen ekaristi di rumah-rumah penderita. Bahkan Pater Frumens melayani sakramen permandian bagi bayi di rumah keluarga yang istrinya menderita disabilitas mental.

Baca Juga : Belajar dari Ketajaman Pendengaran Kaum Difabel
Baca Juga : Bagaimana Peran Media Dalam Melawan dan Menghapuskan Kekerasan Terhadap Anak?

Pada 2019 lalu, Romo Hermen Sanusi, Pr bersama relawan KKI membuat misa khusus bagi penderita disabilitas mental yang pulih di Kapela Sakramen Mahakudus di Paroki Santo Gregorius Borong.

Baca juga :  Perpustakaan Desa Kabuna, Kabupaten Belu Menyabet Juara 5 Tingkat Nasional

Tanam kebaikan, tuai berkat

Saya teringat pesan seorang bijak, “Apabila menanam angin, kita akan menuai badai. Apabila menanam benih kebaikan hati, akan menuai kelimpahan berkat dari Sang Pencipta. Kerja dengan hati dan dipadukan dengan bahasa hati dengan mengedepankan kasih.”

“Ia yang berkuasa selalu menyentuh hati agar memiliki rasa belas kasihan. Pikiran boleh menguasai langit, tapi tanpa hati yang bergerak, tidak memiliki nilai lebih dalam ziarah hidup.”

Komentar

Berita Terkait

Milenial Promotor Literasi Digital dalam Spirit Keberagaman Agama
Kasus Pasung Baru di NTT Masih Saja Terjadi
Seandainya Misa Tanpa Kotbah
Gosip
Sorgum: Mutiara Darat di Ladang Kering NTT
Tanahikong, Dusun Terpencil dan Terlupakan di Kabupaten Sikka              
Qui Bene Cantat bis Orat (Tanggapan Kritis atas Penggunaan Lagu Pop dalam Perayaan Ekaristi)
Media dan Ilusi Netralitas
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 September 2022 - 11:10 WITA

Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:27 WITA

Lingko dalam Festival Golo Koe  

Selasa, 14 Juni 2022 - 11:38 WITA

Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT

Jumat, 29 April 2022 - 15:49 WITA

Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Senin, 14 Februari 2022 - 06:00 WITA

Merayakan Hari Kasih Sayang

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:30 WITA

Aku Caci, Maka Aku Ada

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air

Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:05 WITA

Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Berita Terbaru

Politik

Hukuman Ringan, Korupsi Lestari

Senin, 8 Jun 2026 - 08:40 WITA

Filsafat

Tanapolitik Negara dan Estetika Eksistensi Michel Foucault

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:05 WITA

Sejarah

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:56 WITA

Filsafat

Kritik terhadap Kebabasan Masyarakat Kelelahan Byung-Chul Han

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:07 WITA