Kisah Jurnalis di Manggarai Timur yang Setia Melayani ODGJ

- Admin

Sabtu, 7 Agustus 2021 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan KKI Manggarai Timur sekaligus wartawan di Manggarai Timur mengunjungi Aleksius Dugis (35), seorang warga disabilitas mental yang pulih dan lepas pasung di Kampung Sola, Manggarai Timur, NTT

Relawan KKI Manggarai Timur sekaligus wartawan di Manggarai Timur mengunjungi Aleksius Dugis (35), seorang warga disabilitas mental yang pulih dan lepas pasung di Kampung Sola, Manggarai Timur, NTT

Indodian.com Sebagian besar masyarakat meyakini, penderita disabilitas mental tidak bisa dipulihkan dan memperoleh kesembuhan. Pengalaman membuktikan, keyakinan negatif itu ternyata salah dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Apapun penderitaan yang dialami manusia, termasuk gangguan jiwa, pasti dapat disembuhkan. Syaratnya, kita berusaha keras mencari pengobatan, baik secara medis maupun secara tradisional.

Kerja kasih relawan KKI

Seorang disabilitas mental [karena alasan tertentu, namanya tidak kami sebutkan di sini] di kampung Muting, Desa Bamo, Kec. Kota Komba, Kab. Manggarai Timur, NTT, telah membuktikan hal ini. Dia berhasil sembuh dan pulih dari penyakit yang dideritanya itu.

Dia pernah menderita sakit gangguan jiwa dan dipasung. Kini telah pulih, dilepaskan dari pasung dan kembali bekerja normal.

Pada tahun 2018, Seorang biarawan-misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), Pater Aventinus Saur bersama relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Manggarai Timur mendapatkan informasi tentang penderita ini dari seorang biarawati yang bertugas di Kabupaten Ende.

Baca juga :  "Utang Budi" Pater Thomas Krump, SVD

Baca Juga : Hindari Pinjaman Online
Baca Juga : Setelah Pandemi, Kita ke Mana?

Biarawati itu menginformasikan kepada Pater Avent bahwa ada seorang penderita yang diduga menderita disabilitas mental. Kemudian saat visitasi di wilayah Manggarai Timur, ketua relawan KKI mengunjungi penderita ini.

Tujuan kunjungan itu adalah untuk melihat, mendengarkan kisah penderitaan awal, dan mengupayakan penyembuhan bagi penderita. Saat itu penderita yang diduga disabilitas mental ini dipasung. Pada kedua kakinya dipasang balok kayu.

Hati kami sangat tersayat. Ada rasa belas kasihan, prihatin, dan keinginan melepas balok itu. Kami memberikan peneguhan untuk sama-sama berjuang mengobati penderita agar pulih dari deritanya.

Saat itu keluarga menyuguhkan kami minuman kopi dan kue sambil mendengarkan peneguhan iman dari Pater Avent, SVD. Lalu kami kembali ke rumah masing-masing. Dan Pater Avent bersama relawan dari Ende kembali ke Kabupaten Ende.

Baca juga :  Media dan Ilusi Netralitas

Pada tahun 2019, Komisi Caritas Keuskupan Ruteng mengunjungi dan memberikan bantuan sosial didampingi Pastor Paroki Santo Josef Kisol. Saat itu penderita masih dipasung.

Keluarga dengan rutin memberikan obat. Perlahan-lahan kondisinya membaik dan kemudian pulih sehingga keluarga memutuskan untuk lepasnya dari pasung.

Di tengah hantaman pandemi Covid-19 pada tahun 2020, relawan KKI Kabupaten Manggarai Timur mendapatkan donasi sembilan bahan pokok (sembako) dari PDI Perjuangan Manggarai Timur. Bantuan itu diserahkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Manggarai Timur, Marselis Sarimin, bersama para pengurus partai.

Relawan KKI sangat terbuka menerima bantuan tersebut. Sembako itu dikhususkan untuk kelompok rentan, termasuk warga yang menderita disabilitas mental.

Baca Juga : Cerita Tuna Penjaga Mata Air
Baca Juga : Pesan Ibu

Saat itulah kami dikejutkan oleh kenyataan. Penderita melayani kami dengan menyuguhkan kopi dan kue. Dia telah pulih dan sehat. Saat itu saya sebagai relawan KKI sangat heran dan terkejut dengan melihat kenyataan itu.

Baca juga :  Hasil Penjualan Buku Tentang Pater Servulus Isaak, SVD Didonasikan untuk ODGJ

Cara kerja Tuhan memang sangat berbeda dengan cara kerja manusia. Ia tidak pernah membuat stigma kepada penderita sakit. Hati-Nya begitu mudah tergerak oleh belas kasih untuk kemudian memulihkan dan menyembuhkan umat yang memohon kesembuhan kepadaNya.

Sebagaimana pesan Pater Avent, tugas kita adalah mengunjungi, melihat dan melayani. Urusan pemulihan dan penyembuhan adalah kuasa Tuhan. Saya langsung memberitahu Pater Avent bahwa penderita itu telah sembuh.

Peristiwa perjumpaan yang sangat mengejutkan ini menguatkan hati relawan KKI untuk terus menyisihkan waktu untuk mengunjungi, melihat, mendengarkan kisah serta melayani, mendata dan bersuara kepada pemerintah lewat publikasi dan komunikasi lisan bagi pemulihan penderita disabilitas mental di Manggarai Timur.

Komentar

Berita Terkait

Milenial Promotor Literasi Digital dalam Spirit Keberagaman Agama
Kasus Pasung Baru di NTT Masih Saja Terjadi
Seandainya Misa Tanpa Kotbah
Gosip
Sorgum: Mutiara Darat di Ladang Kering NTT
Tanahikong, Dusun Terpencil dan Terlupakan di Kabupaten Sikka              
Qui Bene Cantat bis Orat (Tanggapan Kritis atas Penggunaan Lagu Pop dalam Perayaan Ekaristi)
Media dan Ilusi Netralitas
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Desember 2023 - 21:35 WITA

Disrupsi  Teknologi dan Dinamika Pendidikan Kita

Selasa, 28 November 2023 - 19:50 WITA

Budaya Berpikir Kritis Menangapi Teknologi yang Kian Eksis

Sabtu, 4 Maret 2023 - 07:09 WITA

Stempel Meritokrasi

Rabu, 2 November 2022 - 14:47 WITA

Urgensi Literasi Digital di Era Pasca-Kebenaran 

Selasa, 21 Juni 2022 - 16:23 WITA

Pembelajaran Agama Bercoral Multikultural

Kamis, 17 Februari 2022 - 11:21 WITA

Peluang Pendidikan Tinggi di Era Digital

Jumat, 11 Februari 2022 - 16:05 WITA

Pendidikan Lenting Bencana

Sabtu, 29 Januari 2022 - 08:47 WITA

Krisis Kemampuan Berpikir  Mahasiswa

Berita Terbaru

Sejarah

Larantuka Bukan Sekadar Nama: Ketika Sejarah Mulai Memudar

Senin, 18 Mei 2026 - 09:50 WITA

Sejarah

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:25 WITA

Sastra

Pantun Berlawanan dengan Puisi

Sabtu, 25 Okt 2025 - 16:31 WITA