Filsafat

Seni Memahami Menurut Schleiermacher

Venan Jalang

Indodian.com – Seni Memahami merupakan istilah yang dideklarasikan oleh Schleiermacher dalam hermeneutiknya. Beliau memandang hermeneutik sebagai “Seni Memahami”. Memahami tentu saja berbeda dengan mengetahui. Orang yang mengetahui belum sampai pada memahami.

Memahami adalah aktivitas menangkap makna. Sementara mengetahui tidak lebih dari tindakan mengumpulkan data. Data dapat diketahui oleh sesuatu, misalnya: gen, neuron dan komputer, sedangkan makna hanya dapat dipahami oleh seorang. Apa artinya “memahami” dan mengapa aktivitas ini dipandang sebagai sebuah “seni”? Kita akan menemukan jawabannya dalam gagasan filosofis yang diusung oleh Schleiermacher.

Baca juga :  Mengenal Filsafat Ruang Henri Lefebvre

Sekilas tentang Hidup Schleiermacher

Kali ini saya ingin mengajak para pembaca untuk berfilsafat bersama Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher (1768 – 1834). Schleiermacher dikenal sebagai filsuf sekaligus pendiri teologi protestan modern yang hidup di zaman romantik. Romantisme tidak lain adalah gerakan kritis atas pencerahan abad ke-18.

Para pemikir romantisme melihat kemajuan sains, industri dan teknologi Eropa di kala itu sebagai sebuah kemerosotan daripada kemajuan peradaban. Atas dasar itu, para pemikir romantisme lebih meminati mitos, tradisi dan agama sebagai obyek studi interpretasi. Mereka berusaha menggali makna di balik kebijaksanaan kuno tersebut untuk kemudian dihayati secara baru. Schleiermacher secara mendalam dipengaruhi oleh gerakan romantisme.

Baca juga :  Setelah Pandemi, Kita ke Mana?

Schleiermacher lahir pada 21 November 1768 di Breslau, Silesia yang sekarang dikenal Polandia. Ia dibesarkan dalam keluarga protestan. Orang tuanya bahkan berencana agar Schleiermacher dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi seorang pengkotbah.

Schleiermacher kemudian dimasukkan ke sebuah seminari di Barby/Elbe. Di seminari, Schleiermacher berkenalan dengan literatur filosofis, teologi dan roman-roman non-religius. Hal ini membuatnya bimbang, antara menjadi seorang pengkotbah atau ilmuwan. Kebimbangan ini mendorong Schleiermacher untuk menekuni filsafat, teologi dan filologi di Universitas Halle. Di sana, ia malah – untuk pertama kalinya – berkenalan dengan filsafat kritis Kant. Sejak Schleiermacher mengajar di Halle pada 1805, ia mulai menyibuki diri dengan hermeneutik. Ia wafat di Berlin pada 06 Februari 1834. Sejak saat itu, Schleiermacher dikenal sebagai bapak pendiri Hermeneutik Modern.

1 2 3Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button