Musisi Difabel Mata ini Ingin Memiliki Keyboard dan Membuka Kursus Musik

- Admin

Jumat, 9 Juli 2021 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pria kelahiran 20 Juni 1994 ini berkisah bahwa pada suatu kesempatan ada visitasi dari seorang Suster dari Kota Ruteng  ke seluruh kampung termasuk di kampung Kenda. Saat itu orang tuanya meminta suster untuk menyekolahkannya di SLB Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni. Ia tidak bisa masuk sekolah di sekolah dasar pada umumnya sebab sumber daya manusia untuk mendidik anak-anak difabel belum memadai. Akhirnya, pada tahun 2000, ia masuk di Kelas Persiapan Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng.

Baca Juga : Kain Songke dan Kenangan tentang Ibu
Baca Juga : Kisah Yuliana Mijul, Gali Pasir dan Menenun Demi Menyambung Hidup Keluarga

“Saya memiliki kemauan untuk sekolah walaupun saya mengalami keterbatasan fisik seperti ini. Untuk itu saya didaftarkan masuk Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng”, kisahnya.

Baca juga :  Sorgum: Mutiara Darat di Ladang Kering NTT

Setelah tamat kelas persiapan, pada tahun 2001 Jho masuk di SDLB St. Yoseph Karya Murni Ruteng. Seperti biasa, dia bersama teman-temannya belajar menulis, membaca menggunakan huruf Braille. Selain itu, Jho mengembangkan minat bakat lain seperti bermain musik.

Pada tahun 2008, ia masuk di SMPN 2 Langke Rembong. Awalnya, ia pun mengaku minder lantaran baru bergabung dengan teman-teman yang normal dalam kelas. Usai dari SMP dirinya kemudian masuk di SMAK Setia Bakti Ruteng pada than 2011.

Di SMAK Setia Bakti, Jho lalu masuk pada ekstrakurikuler band untuk mengembangkan minat dan bakatnya dalam bidang musik. Kemampuan bermusik terus diasahnya ketika menempuh pendidikan tinggi di STIPAS Santo Sirilus Ruteng khususnya pada musik-musik liturgi gereja.

Baca juga :  Hasil Penjualan Buku Tentang Pater Servulus Isaak, SVD Didonasikan untuk ODGJ

“Kami juga sering mengikuti koor, dan semua kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan rohani,” ungkapnya.

Prestasi yang didapatkan oleh pria difabel mata  ini pada waktu SD kelas 4 mengikut lomba menyanyi tunggal yang digelar oleh Keuskupan Ruteng. Ia meraih juara 1 untuk kategori putra anak-anak. Lalu saat di bangku SMP, dirinya mengikuti lomba gitar instrumen di tingkat Provinsi NTT yang digelar di Kota Kupang.

Baca Juga : Berkomunikasi dalam Masyarakat Pasca-Kebenaran
Baca Juga : Kota dan Rindu yang Setia

“Saat lomba di Kupang, saya mendapat juara 1. Setelah itu diutus untuk mengikuti lomba tingkat nasional di Jogja. Dan masuk sepuluh besar. Saat itu saya bersaing dengan anak-anak dari seluruh Indonesia yang terlatih. Saya bersyukur masuk dalam sepuluh besar,” ceritanya.

Baca juga :  Kiprah FKUB dalam Membangun Dialog Antaragama di Sikka

Kemudian saat SMA, ia pernah mengikuti lomba band utusan SMAK Setia Bakti yang digelar di MCC Ruteng. Waktu itu, dia mendapat juara 2.

Prestasi yang didapatkan saat kuliah ketika dirinya sempat dikontak NET TV untuk shooting program surprice selama tiga hari.

“Waktu itu, saya tidak menyangka kalau saya masuk di NET TV. Dan saat itu saya merasa bangga dengan diri saya sendiri,” kisahnya. Ia pun optimis dirinya kelak menjadi pemusik profesional.

Komentar

Berita Terkait

Milenial Promotor Literasi Digital dalam Spirit Keberagaman Agama
Kasus Pasung Baru di NTT Masih Saja Terjadi
Seandainya Misa Tanpa Kotbah
Gosip
Sorgum: Mutiara Darat di Ladang Kering NTT
Tanahikong, Dusun Terpencil dan Terlupakan di Kabupaten Sikka              
Qui Bene Cantat bis Orat (Tanggapan Kritis atas Penggunaan Lagu Pop dalam Perayaan Ekaristi)
Media dan Ilusi Netralitas
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Oktober 2022 - 18:26 WITA

Perlawanan Tanpa Titik dalam Novel “Perempuan di Titik Nol”

Jumat, 3 Desember 2021 - 00:22 WITA

Kesederhanaan yang Megah dan Niat Baik Menyelamatkan yang Terbuang

Rabu, 14 April 2021 - 13:54 WITA

Tubuh Dan Persetubuhan Itu Suci

Berita Terbaru

Sastra

Pantun Berlawanan dengan Puisi

Sabtu, 25 Okt 2025 - 16:31 WITA

Pendidikan

Kaum Muda dan Budaya Lokal

Jumat, 15 Mar 2024 - 19:27 WITA