Fakultas Filsafat Unwira Adakan Seminar Internasional sebagai Bentuk Tanggapan terhadap Krisis Global    

- Admin

Selasa, 28 November 2023 - 23:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indodian.com-Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, akan mengadakan seminar internasional bertajuk: “Philosophy and Civilization” pada tanggal 2 Desember 2023. Seminar internasional ini akan menghadirkan empat keynote speaker yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Mereka adalah Dr. Hab. Wojciech Lewandowski, dari The John Paul II Catholic University of Lubin, Polandia; Dr. Winibaldus Stefanus Mere, dari Nanzan University, Nagoya, Jepang; Francisco da Costa, Ms. Phil., dari Superior Institute of Philoshopy and Theology D. Jaime Garcia Goulart, Dili, Timor Leste; dan Dr. Watu Yohanes Vianney, M. Hum, dari Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira.

Selain empat keynote speaker, seminar internasional ini juga menghadirkan 17 pemakalah dari luar negeri dan dari beberapa daerah di Indonesia. Persiapan seminar ini berlangsung selama dua bulan, sejak Oktober 2023, yang meliputi Call for Papers dan seleksi naskah.

Baca juga :  Tujuh Cara Bergembira dalam Politik ala Relawan Pendekar Indonesia

Tema “Philosophy and Civilization” diangkat dalam seminar internasional ini sebagai bentuk kepedulian dan jawaban fakultas filsafat Unwira terhadap empat persoalan yang tengah menghantui peradaban umat manusia dewasa ini, baik secara global maupun nasional.

Pertama, revolusi ganda teknologi informasi dan bioteknologi telah memicu tirani dataisme dan kediktatoran digital. Kedua, selama empat dekade terakhir, demokrasi di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dihantui oleh kebangkitan populisme kanan dan politik identitas. Ketiga, peradaban manusia tengah dirusakkan oleh barbarisme perang dan terorisme yang melampaui batas-batas negara, serta krisis ekologis yang mengancam masa depan bumi dan umat manusia. Keempat, dalam dua dekade terakhir, kebenaran dan kemanusiaan mengalami disorientasi akibat produksi hoaks dan gelombang pasca-kebenaran.

Baca juga :  Masyarakat Sipil Dairi Mendesak Menteri LHK Cabut Izin Persetujuan Lingkungan PT. DPM  

Dekan fakultas filsafat Unwira, Romo John Subani, Lic. Iur, Can., menyambut dengan gembira kegiatan seminar internasional ini. Menurutnya, seminar ini menyediakan forum bagi akademisi, ilmuwan, praktisi sosial, peneliti, dan spesialis untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaik mereka. Kegiatan besar ini berdaya guna dalam menumbuhkan semangat ilmiah-akademis, serta berkontribusi dalam memecahkan persoalan-persoalan global yang dialami masyarakat dunia dewasa ini.

Baca juga :  Komunitas LMC Beri Kado Nataru untuk Anak Disabilitas dan Janda

Ketua panitia seminar internasional, Pater Petrus Tan, SVD, mengatakan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan konferensi internasional ini adalah membangkitkan diskursus interteksualitas dan interdisipliner dalam upaya memahami masalah peradaban kita zaman ini. Menurut Pater Peter, seminar ini juga adalah bentuk kontekstualisasi filsafat.

Seminar ini akan terjadi secara hibrid (via zoom dan offline). Seminar ini melibatkan mahasiswa dan akademisi dari semua perguruan tinggi di Kupang, pemerintah, LSM, para pegiat sosial, peneliti, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu hari penuh, dari jam 8.30-20.00***

Komentar

Sumber Berita : Peter Tan

Berita Terkait

Ketua Komisi A DPRD Manggarai Bagikan 600 Buku Gratis di SMP Ketang
Peredaran Hoaks Pemilu 2024 Masih Besar
Tujuan Politik adalah Keadilan bagi Seluruh Rakyat
Komunitas Circles Indonesia: Pendidikan Bermutu bagi Semua
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa melalui Kelas Belajar Bersama
Mahasiswa Pascasarjana IFTK Ledalero Mengadakan PKM di Paroki Uwa, Palue   
Masyarakat Sipil Dairi Mendesak Menteri LHK Cabut Izin Persetujuan Lingkungan PT. DPM  
Pendekar Indonesia Menggelar Simulasi Pasangan Calon Pimpinan Nasional 2024
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 September 2022 - 11:10 WITA

Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:27 WITA

Lingko dalam Festival Golo Koe  

Selasa, 14 Juni 2022 - 11:38 WITA

Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT

Jumat, 29 April 2022 - 15:49 WITA

Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Senin, 14 Februari 2022 - 06:00 WITA

Merayakan Hari Kasih Sayang

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:30 WITA

Aku Caci, Maka Aku Ada

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air

Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:05 WITA

Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Berita Terbaru

Politik

Hukuman Ringan, Korupsi Lestari

Senin, 8 Jun 2026 - 08:40 WITA

Filsafat

Tanapolitik Negara dan Estetika Eksistensi Michel Foucault

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:05 WITA

Sejarah

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:56 WITA

Filsafat

Kritik terhadap Kebabasan Masyarakat Kelelahan Byung-Chul Han

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:07 WITA