Nakeng Sabi, Tradisi Masyarakat Manggarai yang Mulai Hilang

- Admin

Jumat, 8 Oktober 2021 - 09:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakta lain juga menyuguhkan, bahwa pada saat proses penyembelihan hewan itu, semua orang (baca: bapak-bapak) dilibatkan dan masing-masing diberi tugas. Ada pihak yang bertugas mencari kayu bakar di hutan, menyembelih, memanggang daging di atas tungku api, mengiris-iris daging, membersihkan kotoran dari usus hewan, dsb.

Menariknya, ada juga seksituak/sopi. Tugasnya menuangkan tuak/sopi (minuman yang mengandung alkohol) ke dalam sloki. Selanjutnya, sloki yang sama diedarkan kepada seluruh warga yang ada dalam perkumpulan tersebut. Tuak/sopi pada dasarnya selalu dihadirkan berkenaan dengan momen julu di Manggarai. Ibaratnya kedua unsur itu berada dalam satu tarikan nafas.

Baca juga :  Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Setelah penyembelihan hewan berikutnya adalah kegiatan pembagian daging. Masing-masing orang (kepala keluarga) akan mendapatkan bagiannya sama rata. Atau kami di Manggarai menyebutnya dengan sa sako sa ata (satu ikat setiap orang).

Pada galibnya, tradisi nakeng sabi adalah aktivitas budaya komunal komunitas Manggarai. Tradisi ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan di dalam komunitas. Selebihnya, mempertebal semangat gotong-royong dan solidaritas sosial antar sesama warga.

Baca juga :  Lingko dalam Festival Golo Koe  

Tradisi nakeng sabi ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, aktivitas kebudayaan ini turut serta membentuk pola pikir dan bertindak masyarakat Manggarai.

Tradisi Nakeng Sabi Mulai Hilang

Seiring berjalannya waktu, tradisi nakeng sabi di tengah masyarakat Manggarai mulai hilang. Penyebabnya antara lain:  Pertama, karena sekarang ini sudah semakin jarang orang di pedesaan yang pergi berburu ke hutan. Kedua, keberadaan hewan buruan di hutan tidak sebanyak seperti yang dulu lagi. Ketiga, setiap orang lebih memanfaatkan hewan hasil buruan dan/atau peliharaan untuk dijual agar menghasilkan uang. Hal ini tentu saja masih setali tiga uang dengan motif ekonomi.

Baca juga :  Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Meski orang di pedesaan Manggarai sudah jarang melakukan tradisi ini, tetapi pada konteks tertentu mereka akan membeli hewan secara berkelompok dan dagingnya akan dibagikan sama rata di antara kelompok itu. Kebiasaan ini acapkali diadakan menjelang hari raya keagamaan, seperti misalnya pada saat Natal dan Tahun Baru, Pentakosta, Paskah, maupun pada saat syukuran panen dan syukuran-syukuran keluarga lainnya.

Komentar

Berita Terkait

Ivan Nestorman: Mempertahankan Identitas Musik Flores di Tengah Arus Modernisasi
Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai
Lingko dalam Festival Golo Koe  
Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT
Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai
Merayakan Hari Kasih Sayang
Aku Caci, Maka Aku Ada
Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 September 2022 - 11:10 WITA

Memaknai Lagu “Anak Diong” dalam Konteks Budaya Manggarai

Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:27 WITA

Lingko dalam Festival Golo Koe  

Selasa, 14 Juni 2022 - 11:38 WITA

Cear Cumpe, Ritus Pemberian Nama dalam Kebudayaan Manggarai, NTT

Jumat, 29 April 2022 - 15:49 WITA

Konsep Bambu dalam Budaya Manggarai

Senin, 14 Februari 2022 - 06:00 WITA

Merayakan Hari Kasih Sayang

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:30 WITA

Aku Caci, Maka Aku Ada

Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Cerita Tuna Merah di Sumber Mata Air

Rabu, 13 Oktober 2021 - 22:05 WITA

Otensitas Kebudayaan Kita Semakin Rapuh?

Berita Terbaru

Politik

Hukuman Ringan, Korupsi Lestari

Senin, 8 Jun 2026 - 08:40 WITA

Filsafat

Tanapolitik Negara dan Estetika Eksistensi Michel Foucault

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:05 WITA

Sejarah

Agama-Agama Asli di Nusa Tenggara Timur

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:56 WITA

Filsafat

Kritik terhadap Kebabasan Masyarakat Kelelahan Byung-Chul Han

Selasa, 2 Jun 2026 - 11:07 WITA