Komunitas Motor di Lelak Santuni Anak Yatim dan Disabilitas

- Admin

Rabu, 2 November 2022 - 15:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas LMC usai memberikan sembako kepada anak yatim dan disabilitas, Kevin, Rabu (2/11/2022). Foto: Timoteus Marten

Komunitas LMC usai memberikan sembako kepada anak yatim dan disabilitas, Kevin, Rabu (2/11/2022). Foto: Timoteus Marten

Indodian.com – Komunitas motor Lelak Motor Club (LMC) memberikan bantuan sembako kepada seorang anak yatim dan disabilitas di Kampung Lentang, Desa Lentang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Koordinator LMC Kecamatan Lelak, Kristiawan Sefianto mengatakan, santunan yang diberikan oleh komunitas motor itu kepada anak disabilitas, Yohanes Kevintus Aber (11), berupa susu, gula, beras, mie, pakaian, kacang hijau, telur, dan minyak goreng, serta sepeser uang. Komunitas ini memiliki visi terus baku peduli dan menjadi pelopor berkendara yang baik bagi masyarakat.

Kristian mengharapkan agar Kevin dan keluarga tidak melihat besar-kecilnya bantuan yang diberikan. Akan tetapi, bantuan itu sebagai bentuk dukungan, doa, dan kepedulian komunitas LMC terhadap sesama.

Baca juga :  Komunitas LMC Beri Kado Nataru untuk Anak Disabilitas dan Janda

“Semoga apa yang kami bawakan ini berguna bagi kesehatan adik kami Kevin, dan keluarga yang menjaga dia,” kata Kristian.

Komunitas yang baru berdiri setahun ini sudah dua kali melakukan kegiatan sosial di Desa Lentang. Tahun lalu mereka menyantuni seorang janda di Kampung Pelus dan kali ini menyambangi anak yatim dan disabilitas di Kampung Lentang.

Ibu dari Yohanes Kevintus Aber, Maria Gareta Lundut berterima kasih atas kepedulian komunitas LMC terhadap keluarganya. Maria berkata, Kevin kini berusia 11 tahun dan tidak bisa bicara sejak lahir.

Baca juga :  Bengkel Family Motor Buka Promo Bantu Kaum Disabilitas

Bila Maria ke kebun, anak semata wayangnya ini dititipkan di rumah. Kevin hanya dijaga anggota keluarga lainnya yang kebetulan tidak ke kebun.

Dia mengaku pernah mendapatkan bantuan serupa. Akan tetapi, Maria tak menyebutkan pihak yang memberikan bantuan yang dimaksud.

“Paling du mose eman kali (palingan bantuan didapat sewaktu ayah Kevin masih hidup),” kata Maria.

Sejak kematian sang suami, Arnoldus, 25 Agustus lalu, Maria harus banting tulang merawat buah hatinya. Sang suami itu pergi untuk selamanya setelah mengalami sakit parah.

Baca juga :  Mahasiswa Pascasarjana IFTK Ledalero Mengadakan PKM di Paroki Uwa, Palue   

Kakek dari Kevin, Romanus Damat berharap agar pemerintah daerah memberikan bantuan seperti apa yang dilakukan komunitas LMC.

“Dasor mesen momang de pemerenta latang empo daku ho’o, ai ho’o tei salang le LMC. Dasor ita koe hitu le pemerenta ga tei kole bantuan latang empo ho’o (Semoga pemerintah juga memberikan bantuan yang sama untuk cucu saya ini, karena komunitas LMC sudah menunjukkan jalan. Semoga dengan melihat bantuan hari ini pemerintah juga memberikan perhatian),” kata Romanus.

Komentar

Berita Terkait

Peredaran Hoaks Pemilu 2024 Masih Besar
Fakultas Filsafat Unwira Adakan Seminar Internasional sebagai Bentuk Tanggapan terhadap Krisis Global    
Tujuan Politik adalah Keadilan bagi Seluruh Rakyat
Komunitas Circles Indonesia: Pendidikan Bermutu bagi Semua
Mencerdaskan Kehidupan Bangsa melalui Kelas Belajar Bersama
Mahasiswa Pascasarjana IFTK Ledalero Mengadakan PKM di Paroki Uwa, Palue   
Masyarakat Sipil Dairi Mendesak Menteri LHK Cabut Izin Persetujuan Lingkungan PT. DPM  
Pendekar Indonesia Menggelar Simulasi Pasangan Calon Pimpinan Nasional 2024
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terbaru

Politik

Lingkaran Setan Kurasi Algoritma di Era Demokrasi

Rabu, 21 Feb 2024 - 19:07 WITA

Politik

Demokrasi dan Kritisisme

Minggu, 18 Feb 2024 - 16:18 WITA

Berita

Peredaran Hoaks Pemilu 2024 Masih Besar

Selasa, 13 Feb 2024 - 13:56 WITA