Pengaruh Portugis di Kabupaten Sikka   

- Admin

Jumat, 26 Agustus 2022 - 21:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indodian.com – Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang menaklukan sejumlah wilayah di Nusantara. Wilayah yang ditaklukan Portugis kemudian direbut oleh Belanda dengan cara perang, negosiasi, tipu muslihat hingga penjualan berkedok pertukaran wilayah. Kemudian hari wilayah-wilayah yang diperebutkan kedua bangsa Eropa ini menjadi bagian dari sebuah negara kepulauan terbesar di dunia yang bernama Indonesia.

Baca juga :  Asal Usul Nama Kewapante

Kehadiran Portugis di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur pada abad ke XV hingga abad ke XVII tidak terlepas dari misi bangsa tersebut yaitu Feteiro, Fortaleza e Igreja yang kemudian hari ditafsikan dalam bahasa Inggris sebagai Gold, Glory, Gospel.

Di Kabupaten Sikka selain kampung Sikka dan Paga yang telah dikenal secara luas sebagai bekas wilayah koloni Portugis masih terdapat sejumlah tempat lainnya yang setidak-tidaknya pernah mendapat pengaruh Portugis seperti Bola dan Kewapate dan Wai Noke Rua (Mata Air Santo).

Gereja St. Ignatius Loyola di Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Gereja tua ini dibangun oleh Pastor kebangsaan Portugis, JF Engbers D’armanddavill pada tahun 1893. Foto (Infobaru.id)

Meskipun saat ini tidak ada lagi penjajahan secara fisik di seluruh dunia, tetapi jejak dan pengaruh Portugis di Kabupaten Sikka masih dapat ditemukan seperti Gereja Tua di Sikka, tanah kosong bekas bangunan Gereja di Paga, batu kubur tempat dikuburkannya 2 orang Portugis dan tarian Bobu serta meriam peninggalan Portugis di Paga, Watu Cruz di Bola.

Komentar

Berita Terkait

Flores Barat di Luar Cengkeraman Portugis: Sejarah Kolonial dan Warisan Agama
Bubuk Mesiu di Pulau Flores Abad 15-16
Nama-Nama Orang Flores
Sepak Bola dan Flores
Asal Usul Nama Kewapante
Tenggelamnya Kapal O Arbiru, Dili – Bangkok 1973 di Perairan Maumere, Flores
Jejak Portugis di Paga      
Pulau Timor, Satu Ruang Dua Tuan
Berita ini 552 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Oktober 2022 - 18:26 WITA

Perlawanan Tanpa Titik dalam Novel “Perempuan di Titik Nol”

Jumat, 3 Desember 2021 - 00:22 WITA

Kesederhanaan yang Megah dan Niat Baik Menyelamatkan yang Terbuang

Rabu, 14 April 2021 - 13:54 WITA

Tubuh Dan Persetubuhan Itu Suci

Berita Terbaru

Sastra

Pantun Berlawanan dengan Puisi

Sabtu, 25 Okt 2025 - 16:31 WITA

Pendidikan

Kaum Muda dan Budaya Lokal

Jumat, 15 Mar 2024 - 19:27 WITA