Features

Kisah Yohanes Rongga, Kaum Difabel yang Mendapat Bantuan dari Kemensos RI

Markus Makur

Indodian.com – Raut wajahnya penuh rasa gembira. Dia merasa bangga mendengar kabar bahwa Kemensos Republik Indonesia memberikan bantuan keyboard kepadanya. Pagi itu, dia menikmati sarapan pagi dengan penuh kegembiraan bersama anak-anak asrama serta rekan gurunya di kompleks Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Borong Manggarai Timur.

Yohanes Rongga merupakan seorang musisi yang saat ini terkenal di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menyelesaikan pendidikan tinggi di STIPAS Ruteng dan kini sudah  mengajar pendidikan agama Katolik di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Borong

Saat itu ia bersama rekan gurunya, Martinus Elus serta istri dari Pak Martinus dijemput oleh Leonardus Santosa dengan sebuah mobil menuju ke Aula Hotel Krisna, Kembur. Pak Jho berpakaian celana panjang dan baju kemeja.

Dua orang guru difabel di SLBN Borong, Yohanes Rongga dan Martinus Elus mendapat bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, pada Jumat (22/10/2021). Bantuan berupa keyboard dan laptop itu diberikan Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Efata Kupang.

Yohanes menerima keyboard dan Martinus mendapat laptop. Dua guru ini, penyandang tunanetra. Selain kedua guru tersebut, ada 81 disabilitas lain di Kabupaten Manggarai Timur juga mendapat bantuan asistensi rehabilitasi sosial berbasis keluarga yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan, dan pihak Dinas Sosial setempat.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula Hotel Krisna, Kembur, Kelurahan Satar Peot. Dalam sambutan saat kegiatan penyerahan bantuan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Bonifasius Hasudungan mengatakan selama ini kaum disabilitas kurang diperhatikan dan dipandang sebelah mata karena stigma sosial, budaya dan ekonomi.

Baca juga :  "Utang Budi" Pater Thomas Krump, SVD

Padahal, kata dia, stereotip negatif tersebut tidak baik dan melanggar hak asasi manusia. Menurutnya, untuk menjawab berbagai keraguan tentang eksistensi kaum difabel, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mengeluarkan edaran tentang kegiatan atensi rehabilitasi sosial yang termuat dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 16 tahun 2020. Ia mengatakan program rehabilitasi sosial bersifat holistik, sistemik, dan terstandar untuk mencapai sasaran. 

“Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Efata Kupang melakukan kegiatan atensi ini sebagai wujud tanggung jawab dan sekaligus melaksanakan amanah Undang-Undang Dasar 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial memastikan kegiatan ini terselenggara dengan baik, demi memenuhi kebutuhan kaum disabilitas. Sementara itu perwakilan Balai Rehabilitasi Sosial Efata Kupang, Aligius Adit, mengatakan, bantuan yang diberikan itu berupa alat pertukangan, sembako, kursi roda, alat bantu dengar, dan beberapa lainnya.

Baca juga :  Menikmati Wisata Kopi Detusoko

Ia berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat dan mampu merangsang potensi atau keterampilan kaum difabel agar bisa mandiri. Secara terpisah, Yohanes dan Martinus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial dan Balai Efata Kupang, Komunitas Cenggo Inung Kopi Online (CIKO), Relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Kabupaten Manggarai Timur, pekerja media serta semua pihak yang telah memberikan perhatian kepada kelompok difabel.

“Kami akan memanfaatkan barang-barang yang kami terima sebaik mungkin, dan tentunya untuk menunjang kemandirian. “Saya tak bisa berkata-kata lagi dengan rahmat ini. Saya ucapkan, Terima kasih, terima kasih dan terima kasih”, ucap Pak Jho merendah.

Ungkapkan Terima Kasih Lewat Lagu dengan Iringan Keyboard

Yohanes Rongga melambungkan ungkapan syukur dan terima kasih lewat lagu dengan iringan keyboard yang sudah diterimanya. Sepuluh jarinya menekan tuts. Bahkan hari itu ia mempersembahkan lagu bagi Kemensos RI, Pemda Manggarai Timur, Pemprov NTT, Sekda Manggarai Timur serta menghibur keluarga yang menyandang difabel di ruangan aula tersebut.

Baca juga :  Kisah Seorang Difabel di Wodong yang Sukses Jadi Kepala Tukang

Staf Balai Efata Kupang, Egidius menyampaikan bahwa Kemensos RI melalui Balai Efata terus memberikan perhatian dan bantuan sosial kepada kaum difabel dan disabilitas mental di Kabupaten Manggarai Timur dengan data yang akurat sesuai dengan regulasi.

“Saya berterima kasih kepada relawan KKI, Komunitas CIKO serta Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur yang sudah berupaya mendata serta mengunjungi sesama yang menyandang disabilitas mental dan difabel yang tersebar di kampung-kampung. Penanganan dan pendampingan secara kolaborasi lintas komunitas dan dinas terkait,” jelasnya.

Leonardus Santosa dari Komunitas Cenggo Inung Kopi Online menyampaikan upaya-upaya sederhana dan kecil mendapatkan respons dari Kemensos RI untuk membantu kaum difabel dan disabilitas mental di Manggarai Timur.

“Saya dan sahabat CIKO sangat bahagia, senang serta ada rasa kepuasaan tersendiri karena upaya dan suara kami didengar dan diwujudnyatakan secara langsung dengan bantuan alat musik, laptop, alat pertukangan serta bantuan sembako yang diserahkan Kemensos RI melalui Balai Efata Kupang. Komunitas CIKO mengisi ruang kosong di Manggarai Timur dengan kerja kemanusiaan yang nyata,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terkait

Back to top button